Target Turunkan Defisit Jangan Korbankan Momentum Pemulihan Ekonomi

02-11-2021 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun saat menjawab pertanyaan awak media pada acara diskusi Forum Legislasi bertajuk ‘Menyikapi UU Corona Usai Putusan MK’ di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2021). Foto: Jaka/Man

 

Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun memahami semangat pemerintah untuk mengembalikan defisit di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023 nanti. Namun ia mengingatkan agar target tersebut tidak mengorbankan momentum pemulihan ekonomi yang tengah berlangsung saat ini.

 

Pernyataan seputar defisit tersebut disampaikan Misbakhun saat menjawab pertanyaan awak media pada acara diskusi Forum Legislasi bertajuk ‘Menyikapi UU Corona Usai Putusan MK’ di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2021). "Jangan sampai kemudian kita dapat momentum pemulihan, tapi tidak memanfaatkan momentum itu hanya karena terjebak ingin menjaga defisit 3 persen," ujar Misbakhun.

 

SAKSIKAN VIDEO TERKAIT: FORUM LEGISLASI "MENYIKAPI UU CORONA USAI PUTUSAN MK"

 

Anggota Fraksi Golkar DPR RI itu menambahkan, menurutnya yang ideal ialah target 3 persen tersebut dapat dibarengi dengan pemulihan ekonomi yang berlangsung ke jalur normal. Namun jika dipaksakan dan banyak keburukannya, maka ia bilang ada baiknya pemerintah harus mempertimbangkan ulang dan target angka tersebut mungkin tidak harus dipenuhi seutuhnya.

 

Jika demikian, legislator dapil Jawa Timur II itu mengatakan perlu dicari jalan konstitusionalnya terhadap target defisit APBN itu. Adapun harapan besar Misbakhun, target defisit anggaran dapat terus dikawal, mengingat defisit anggaran pada asumsi APBN beberapa tahun ini terus berupaya mengerucut hingga level 3 persen.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad optimistis dengan target pemerintah mengurangi defisit anggaran tersebut. Ia menilai kemampuan memimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ini, dalam hal menjaga kestabilan keuangan saat pandemi terbukti berhasil.

 

Selain itu penerimaan negara belakangan ini dinilai masih cukup baik dengan potensi tax ratio yang juga tidak buruk. "Kami menaruh optimisme defisit lebih dari 3 persen itu akan berakhir sesuai regulasi yang ada dan akan berangsur normal kembali," tegas politisi Partai Gerindra tersebut. (ah/sf)

BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...